Thursday, December 10, 2020

NASIB MEMILIKI KAKAK YANG POPULER (Curahan Hati Seorang Adik yang B Aja #2)



Jadi sudah pada tahu kan kakak kandungku tuh kayak gimana? Kalau belum tahu, boleh kok dibaca dulu di cerita sebelumnya.


Nah, pembahasan kali ini bercerita tentang seorang adik yang akhirnya memiliki kakak ipar.


Kakakku dan kakak iparku memiliki kisah cinta yang kata orang Mashaa Allah.

Mereka tidak pacaran, melainkan ta'aruf. Jadi mereka baru pacaran setelah menikah.

Tahu kan apa harapanku untuk kakak ipar? Nah, syukur alhamdulillah, kakak iparku ini sesuai dengan harapanku. 

Dia bukan temanku, dan dia gak pernah natap sinis aku.

Terlebih, banyak komentar baik tentang dia dari orang-orang yang sudah mengenalnya dan dari orang yang baru mengenalnya.

"Perempuan kayak begini yang langka sekarang. Pokoknya harus diperjuangkan." Itu salah satu komentar tentang kakak iparku (dulu masih calon).

Sebagai keluarga, aku tahu betul bagaimana perjuangan mereka sebelum sah. Awalnya, aku merasa biasa saja melihat mereka. Yah, seperti kisah cinta insan yang ta'aruf, kan. Tidak pergi jalan-jalan berdua, ataupun gandengan dan pelukan. Karena semua itu baru boleh dilakukan setelah menikah.

Setelah pernikahannya, kakakku dan kakak iparku saling bercerita bagaimana perjalanan mereka sebelum sah yang lucu-lucu menggemaskan.

Yang paling membuatku terharu, saat kakak iparku bilang, "Aku bersyukur memilikinya. Dia membuatku merasa dihargai sebagai perempuan. Aku salut dengan perjuangannya hingga kami bisa menjadi sah. Dialah laki-laki kedua yang paling aku cintai setelah ayahku."

Kurang lebih begitu kalimatnya yang di unggah di salah satu akun sosial medianya disertai foto mereka berdua.

Yang membuatku terenyuh kembali adalah saat membaca komentar-komentarnya. Hampir semua mengatakan bahwa kakakku adalah laki-laki hebat.

"Kamu beruntung bisa menikah sama dia, Dek. Aku sudah lama kenal dia. Dari dulu dia memang menghargai perempuan. Jarang ada laki-laki kayak begitu sekarang."

Lalu apa komentarku?

"Kenapa aku harus punya kakak sehebat itu?!" Komentar ini tentu tidak aku sampaikan ke mereka. Cukup aku pendam. Eh, sekarang aku sampaikan ke penghuni KBM.

Aku suka kakakku adalah laki-laki gantle. Aku juga suka kakak iparku adalah perempuan yang baik, cantik, ramah, sholehah, dll. Tapiii ... Justru karena mereka seperti itu bikin aku minder dan takut berekspektasi terhadap laki-laki.

Aku minder dengan diriku, karena tidak sebanding dengan kakak iparku. Baiklah, itu masih bisa aku perbaiki. Ya, setidaknya aku memiliki motivasi untuk menjadi lebih baik agar mendapat laki-laki yang baik pula.

Tapiii ... Kakakku yang hebat itu bikin aku takut memiliki ekspektasi terhadap laki-laki. Aku takutnya, menolak laki-laki yang kurang baik dari kakakku. Padahal aku tahu sendiri laki-laki seperti kakakku itu langka.

Ah, semoga kehebatan kakakku tidak terlalu memengaruhiku saat ada laki-laki yang mendekatiku. Ya, aku cukup sadar diri kalau aku masih adonan cake, alias masih berproses untuk lebih baek.

No comments:

Post a Comment