Wednesday, August 19, 2015

Journay to the Past part Diary's Kang Min Hyuk Setelah Jung Soo Jung Melakukan Perjalanan Waktu



    03 Agustus 2012

    Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, aku melihat senyuman yang sama dengan penyelamatku waktu aku hampir kecelakaan di umur 7
tahun. Aku tidak yakin kalau dia adalah orang yang sama. Karena tidak mungkin gadis penyelamatku masih tetap seperti dulu. Jika dia masih hidup, pastinya dia sudah jadi ibu-ibu sekarang.
Tapi senyuman itu tidak pernah aku lupakan. Senyuman itu satu-satunya senyuman yang membuat detak jantungku serasa berhenti.
   

   8 April 2013

    Setelah satu tahun berlalu, aku bertemu dengan gadis pemilik senyum manis itu. Dia datang ke perusahaan dimana aku bekerja. Dia datang untuk melakukan wawancara calon karyawan perusahaan Q Sport Wardrobe.
    Aku berharap wawancaranya berjalan lancar agar aku bisa satu perusahaan dengannya. Dan dengan begitu, akan lebih mudah mendekatinya. Aku tidak peduli dia siapa, yang jelas aku sudah jatuh cinta padanya.


    4 Agustus 2015

    Jung Soo Jung marah padaku. Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu. Masa’ iya dia marah karena aku selalu membantunya.
    Berbicara tentang marah, aku juga marah pada ‘orang itu’ karena memecat Jung Soo Jung. Lihat saja, misiku sudah hampir selesai. Dan setelah itu, aku tidak akan membuat ‘orang itu’ selamat.
“Kenapa kamu bertindak seperti itu?” tanya Soo Jung kesal karena tidak suka tindakan brutal Kang Min Hyuk.
“Orang itu yang salah,” jawab Kang Min Hyuk.
“Min Hyuk oppa, jangan selalu membantuku. Ini akibatnya karena kamu selalu membantuku. Kamu jadi tidak punya pekerjaan sekarang.”
“Soo Jung-a,” lirih Kang Min Hyuk. Dia melihat air mata Soo Jung mengalir lagi. Refleks, dia menghapus air mata yang membasahi pipi Soo Jung. Namun, Soo Jung langsung menepisnya.
“Berhenti membantuku! Dan jangan menemuiku! Aku tidak mau bertemu denganmu lagi!” ucap Soo Jung dengan keras. Kemudian dia pergi meninggalkan Kang Min Hyuk yang terpaku karena ucapannya.
Setelah kesadaranku kembali, aku hendak mengejarnya, namun langkahku terhenti karena aku melihat sebuah kalung di depan kakiku. Mungkin itu milik Soo Jung.
“Kamu mau kemana?” tanya seseorang dari belakang saat aku hendak mengejar Jung Soo Jung untuk mengembalikan kalungnya sekaligus meminta penjelasan atas ucapannya.
“Kamu mau kembalikan kalung itu? Itu bukan kalungnya,” ujar pria itu yang sudah berdiri di sampingku.
“Kamu siapa?” tanyaku.
“Tempat ini tidak sepi. Aku tidak mau kamu malu karena dianggap berbicara sendiri. Kamu bawa mobil?”
Aku mengangguk.
“Kita ke mobilmu,” pintanya.
Entah kenapa aku menurutu saja saat dia mau berbicara di dalam mobilku.
“Tadi kamu tanya siapa aku? Aku Jung Shin. Tapi, aku ini… hmmm… entah kamu percaya atau tidak, tapi aku bukan manusia,” ujar orang yang ternyata bernama Jung Shin.
Seketika aku langsung tertawa. “Bukan manusia? Kalau begitu kamu apa? Hantu? Malaikat?”
    “Bukan keduanya. Aku juga tidak tahu pastinya aku ini apa. Yang jelas aku bukan manusia. Aku juga tidak dapat dilihat oleh sembarang orang. Kamu bisa melihatku, karena kamu pemilik kalung itu sekarang,” ucapnya menunjuk kalung yang aku pegang.
    “Apa?”
    “Sekarang kamu pemilik kalung itu,” ulang Jung Shin.
    “Bukan. Maksudku, kamu makhluk gaib?” tanyaku.
    “Karena tidak sembarang orang bisa melihatku itu artinya aku juga termasuk makhluk gaib ya? Ah, iya. Aku semacam itu lah.”
    “Jangan bercanda. Lebih baik kamu keluar dari mobilku!”
    “Hei, aku tidak bercanda!”
    “Keluar!” bentakku.
    Lalu, dengan muka sebelnya, dia keluar tanpa membuka pintu, alias menembus pintu mobil. Seketika, aku membelalakkan mata tak percaya. Segera aku keluar dari mobil.
    “Apa kamu sebenarnya?” tanyaku setengah membentak.
    Dia yang membelakangiku langsung berbalik. “Kamu sendiri kan yang bilang kalau aku sejenis makhluk gaib?”
    “Ja.. Jadi…” Aku kebingungan sendiri sampa-sampai mengira ini hanya mimpi. Tapi, saat aku mencubit pipiku, rasanya sakit. Itu artinya aku tidak bermimpi. Aku juga tidak dalam kondisi mabuk, itu artinya yang aku lihat bukan halusinasi.
    Aku pulang bersama Jung Shin. Aku sudah mendengar penjelasan dari dia. Sementara aku mencoba tidur, Jung Shin duduk di sofa membaca majalahku.
    “Kalau begitu…” ucapku seraya bangun, dan duduk di pinggir ranjang. “Aku mau kembali di saat aku berumur 7 tahun, saat aku hampir kecelakaan.” Setelah berbikir panjang, akhirnya aku mengambil keputusan. Aku ingin kembali ke sana karena aku ingin melihat penyelmatku. Aku ingin melihat wajahnya dengan jelas.
    “Di hari itu lagi?!” herannya.
    “Lagi?” tanyaku, padahal aku baru memintanya.
    “Waktu itu, ada orang yang…. Ooopss..” Jung Shin segera menutup mulutnya. Nampaknya dia tidak sengaja membicarakan sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan. Dan hal itu membuatku semakin penasaran. Aku bertanya apa yang ingin dia katakan sebenarnya. Namun, dia tidak mau lagi melanjutkan ucapannya. Aku memaksanya dengan terus bertanya supaya dia melanjutkan ucapannya. Akhirnya dia melanjutkannya. Disitulah aku baru tahu kalau Jung Soo Jung pernah menggunakan kalung ini juga. Dan itu artinya, orang yang dulu menyelamatkanku adalah Jung Soo Jung.


----------------

Selanjutnya >> Journey to the Past part 6

No comments:

Post a Comment