Monday, July 11, 2016

[Cerbung] Marmetu Manis part 16



            Reza mengeluarkan selembar kertas dari laci yang sudah kusut, namun masih terlihat jelas apa yang tergores di kertas itu. Sketsa kakek Kirman, kakeknya Wenda.

~Flasback On~

            Seorang pria berbadan tinggi besar berdiri dihadapan seorang bocah laki-laki yang duduk di kursi yang lumayan tinggi sehingga tinggi keduanya tidak jauh berbeda. Dari jubah hitam besar yang pria itu kenakan, dia mengeluarkan secarik kertas yang terlipat.

Sunday, July 10, 2016

[Cerbung] Marmetu Manis part 15



            Diam-diam, Ham, Mulda, dan Rangga mengawasi Wenda.

            “Bagaimana ini? Wenda pingsan,” ucap Rangga saat tiba-tiba Wenda terjatuh.

Monday, July 4, 2016

[Cerbung] Marmetu Manis part 14



            Tok! Tok! Tok!

            “Wenda, buka dulu pintunya, nak. Mungkin pengantar belanjaan mama. Ambil uang di dompet mama,” suruh mama Wenda yang menata bolu-bolu ke dalam wadah untuk dijual.

            “Iya, ma,” jawab Wenda menghentikan aktivitasnya yang juga menata bolu-bolu ke dalam wadah. Kemudian dia ke depan untuk membuka pintu setelah mengambil beberapa upah untuk membayar jasa pengantar. Mamanya memang sering melakukan jasa layanan untuk membawa belanjaan bahan-bahan kuenya yang lumayan banyak.