Sunday, July 17, 2016
Monday, July 11, 2016
[Cerbung] Marmetu Manis part 16
Reza mengeluarkan selembar kertas
dari laci yang sudah kusut, namun masih terlihat jelas apa yang tergores di
kertas itu. Sketsa kakek Kirman, kakeknya Wenda.
~Flasback
On~
Seorang pria berbadan tinggi besar
berdiri dihadapan seorang bocah laki-laki yang duduk di kursi yang lumayan
tinggi sehingga tinggi keduanya tidak jauh berbeda. Dari jubah hitam besar yang
pria itu kenakan, dia mengeluarkan secarik kertas yang terlipat.
Sunday, July 10, 2016
[Cerbung] Marmetu Manis part 15
Diam-diam, Ham, Mulda, dan Rangga
mengawasi Wenda.
“Bagaimana ini? Wenda pingsan,” ucap
Rangga saat tiba-tiba Wenda terjatuh.
Monday, July 4, 2016
[Cerbung] Marmetu Manis part 14
Tok! Tok! Tok!
“Wenda, buka dulu pintunya, nak. Mungkin
pengantar belanjaan mama. Ambil uang di dompet mama,” suruh mama Wenda yang
menata bolu-bolu ke dalam wadah untuk dijual.
“Iya, ma,” jawab Wenda menghentikan
aktivitasnya yang juga menata bolu-bolu ke dalam wadah. Kemudian dia ke depan
untuk membuka pintu setelah mengambil beberapa upah untuk membayar jasa pengantar.
Mamanya memang sering melakukan jasa layanan untuk membawa belanjaan
bahan-bahan kuenya yang lumayan banyak.
Sunday, July 3, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)



